Negara yang besar adalah negara yang selalu menghargai jasa para pahlawannya. Begitulah ungkapan yang selalu diingat dan mesti dilaksanakan. Dan bukan cuma jasa pahlawannya, tapi juga peninggalan atau warisannya.
Ternyata ungkapan diatas tadi enggak semuanya bisa terlaksana,nyatanya rumah sederhana yang pernah menjadi tempat persinggahan Sang Proklamator Soekarno-Hatta yang berada di Rengasdengklok Karawang, Jawa barat akan dijual oleh ahli warisnya karena kesulitan biaya perawatan.
Rumah sederhana milik Jiaw Kie Siong di Dusun Kalijaya, terpaksa dijual oleh ahli warisnya lantaran tidak mampu lagi mengeluarkan biaya perawatan sebesar 500 ribu tiap bulannya. Selama ini memang biaya perawatan cuma mengandalkan uang dari kantong pribadi. Sedangkan bantuan dari pemerintah tidak ada sama sekali.
Rumah yang begitu sederhana itu, begitu berjasa bagi berdirinya negara Republik Indonesia. Karena disitulah sang Proklamator Soekarno-Mohammad Hatta merumuskan teks proklamasi bersama para pemuda. Nggak cuma segitu, di rumah inilah Sang Saka Merah Putih dijahit. Yang menjadi terpenting adalah di rumah itu tempat Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh Pemuda Indonesia untuk segera memproklamirkan kemerdekaan RI.(dari berbagai sumber)