Santer gosip soal kiamat yang terjadi pada tahun 2012, menurut LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) sebenarnya adalah peristiwa terjadinya siklus badai matahari. Kejadian alam berupa ledakan besar di atmosfer Matahari yang dahsyatnya menyamai 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima bisa menimbulkan lontaran partikel-partikel yang kecepatannya 400 km/detik.
Tapi ketika lebih diteliti lagi, peristiwa tersebut bakal terjadi pada tahun 2013. Hasil ini baru saja disampaikan oleh Kepala Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antarika Lapan Clara Yono Yantini di acara sosialisasi Fenomena Cuaca Antariksa 2012-2015 di Kampus Universitas Udayana, Denpasar Bali (9/3/2010). Acara ilmiah ini juga dihadiri oleh banyak ilmuwan dari Asia Tenggara, Jepang dan Rusia.
Perkiraannya siklus matahari yang bakal terjadi antara tahun 2010-2015, puncaknya pada bulan Oktober 2013. Kenapa dianggap mundur, karena para ilmuwan sampai sekarang belum menemukan tanda-tanda adanya aktivitas matahari yang ekstrim sebagai puncak siklus. Siklus matahari biasanya terjadi sekitar 11 tahun.
Di siklus ditunjukkan adanya masa awal, puncak dan akhir siklus. Untuk sekarang ini matahari mengalami siklus ke-24, yang nantinya pada saat puncak aktivitas bakal kejadian ledakan besar di matahari. Akibatnya, terjadi perubahan iklim besar-besaran. Suhu bumi bakal naik dan iklim berubah. Partikel-partikel matahari bisa menembus lapisan atmosfer bumi yang tentunya mempengaruhi cuaca dan iklim bumi.
Efek yang paling besar adalah kemarau panjang. Soal kejadian yang menyeramkan tadi masih terus diteliti kembali oleh para ahli, dan mudah-mudahan saja bumi yang kita tempati sampai sekarang ini tetap utuh dan selamat hingga hari kiamat nanti (yahoonews.com).sph